Forex seperti Lari Maraton

Anda tahu maraton ? Lomba lari ini biasanya diikuti oleh puluhan, ratusan, hingga ribuan. Biasanya lomba ini biasanya juga hanya menyediakan tiga piala kemenangan yaitu : juara pertama, juara kedua dan ketiga, serta beberapa hadiah untuk juara harapan. Sekalipun demikian, tidak sedikit atlet yang tertarik mengikuti perlombaan maraton. Bahkan, mereka rela berlatih selama berjam-jam setiap hari untuk memastikan stamina tubuh mereka prima ketika   perlombaan tiba. Seandainya pun tidak berhasil menjadi juara, pelari maraton sejati pantang menyerah di tengah jalan. Mencapai finish adalah prestasi. Memenangkan pertandingan adalah kebanggaan.

Sesungguhnya trader ibarat pelari maraton. Bedanya dalam forex trading adalah trader tidak bersaing dengan sesama trader. Setiap trader pada dasarnya memiliki peluang yang sama untuk berhasil dan memenangkan perlombaan. Bukan gelar kejuaraan yang terunggul yang ingin diraih oleh trader, melainkan kemenangan dalam setiap transaksi dibuatnya. Artinya porsi latihan yang keras dalam bentuk disiplin yang sungguh-sungguh dari para treder seharusnya tidak berujung kekalahan di garis finis.

Trader selalu berpacu untuk mencapai target dan sasaranna sendiri. Kecuali mereka memilih berhenti atau berbelok di tengah jalan. Kalau sudah seperti itu trader sudah gagal mencapai finish, tapi bisa jadi berhenti dan beralih profesi. Mudah-mudaha itu bukan Anda…..

Jenis pair yang dipilih ibarat lintasan rute maraton yang diikuti.

Strategi trading adalah taktik trader untuk menguasai lintasan. Stamina pelari maraton yang dibekali tidur yang cukup Gizi dan vitamin yang mendukung dalam trading adalah stamina pola pikir trader agar siap melakukan transaksi jual beli  atau jual pada kondisi yang tepat.

Tehnik seorang pelari maraton mengatur pernafasan dan menjaga agar tenaga tetap sampai garis finis adalah wujud kemampuan mengelola uang seorang trader. Demikian kira-kira gambaran simulasi trading seperti lari maraton.

Jadi, berhasil tidaknya seorang trader mencapai kemenangan dalam transaksi yang dilakukannya bukan melulu ditentukan oleh seberapa pintar ia melakukan melakukan analisis, tapi seberapa cermat trader melatih stamina fisik dan mental sebelum memutuskan terjun ke profesi ini. Selain itu. Trader juga harus cermat dalam mengambil keputusan yang tepat pada saat buka atau tutup posisi. Ada moment of truth pada diri seorang trader ketika mengambil keputusan. Itulah titik ketika dia harus siap dengan konsekuensi pilihannya : menuai profit atau menanggung resiko menelan sejumlah kerugian.

Setiap trading yang dilakukan ibaratperlombaan maraton baru. Traders bukan sekedar harus paham akan mengambil pairs yang mana, tapi juga menyelami suasana dan situasi lintasan. Berita Fundamental dan Sentimen pasar ada dalam rentang lintasan maraton yang termasuk unsur yang layak diperhatikan.